
Perkembangan fashion buat anak bisa jadi lebih cepat ketimbang buat kita para orang tua. Pasalnya
baju anak seringkali melibatkan faktor kekuatan media terutama tontonan televisi seperti film kartun. Pakaian anak berwajahkan entah itu upin ipin, bernard, shaun the sheep atau si nakal Tom and Jerry merupakan daya tarik tersendiri. Orang tua merasa amat bahagia ketika melihat anaknya gembira dibawa pulang sebuah baju bergambarkan idola kartunnya.
Tentu saja hal ini merupakan potensi peluang usaha yang menggiurkan di bisnis konveksi kaos dan baju anak. Para pelaku pasar dengan mudah menciptakan model terbaru yang secara tidak langsung membonceng popularitas para tokoh kartun tersebut. Walau dalam hal kualitas biasanya baju anak model beginian adalah urusan nomor dua, tapi justru pada posisi inilah pangsa pasarnya paling besar, yaitu kelas menengah ke bawah. Coba perhatikan pada pusat grosir baju di tanah abang, untuk kelas baju anak yang murah pasti didominasi model seperti ini
Jangan disamakan dengan penjualan
pakaian anak branded yang terkesan lebih "sok elegan", baju anak dengan sablon "bebas" ini memang sifatnya temporer, laku keras ketika si tokoh film sedang "in" di layar kaca. Ketika film sudah berganti dengan tokoh lain, model baru baju anak wajib diciptakan lagi, kalau si pelaku bisnis tidak mau kehilangan momentum. Peluang usaha ini memang selalu membutuhkan insting bisnis yang relatif responsif namun antisipatif.
Baju anak branded? Umumnya memiliki desain yang lebih elegan, umum, dan mendunia. Universal biasanya melekat di model pakaian anak ini. Benda yang digambarkan pada baju anak branded umumnya "timeless" dan memiliki popularitas yang sifatnya lebih luas jangkauannya. Kalaupun ada tokoh kartun yang melekat, biasanya yang lebih universal misalnya hello kitty, winnie the poe dan sejenisnya.
Sebagai pengecer, kita bisa saja memasarkan kedua jenis baju anak ini, baik yang "murah" maupun yang branded. Namun jika anda sedang merintis usaha kecil menengah (ukm) rasanya
peluang usaha di baju anak murah lebih realistis dan menggiurkan. Ya, anda hanya perlu rajin menyaksikan film kartun, atau menyimak ketertarikan anak anda sendiri pada idola televisinya.